PEDOMAN HUBUNGAN KERJA ANTARA ARSITEK DENGAN PENGGUNA JASA
IKATAN ARSITEK INDONESIA
Edisi 2004, cetakan kedua 2007

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

IKATAN ARSITEK INDONESIA
|Indonesian Institute of Architects|
................................................
Member Institute of ARCASIA (Architects Regional Council Asia)
National Section of UIA (Union Internationale des Architectes)
Founder – member of AAPH (ASEAN Association of Planning and Housing)
Situs http://www.iai.or.id, e-mail: iai@iai.or.id

Buku Peraturan Penyelenggaraan Sayembara Arsitektur
Edisi 2004,

cetakan pertama 2004
cetakan kedua 2007

Disusun dan disempurnakan oleh:

Badan Penghargaan dan Sayembara Arsitektur Ikatan Arsitek Indonesia

Diterbitkan oleh:

Badan Sistem Informasi Arsitektur Ikatan Arsitek Indonesia
Bekerja sama:

Ikatan Arsitek Indonesia DKI Jakarta

Hak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang

ii

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

DAFTAR ISI

S U R A T K E P U T U S A N ................................................................................................................. v
Pendahuluan ............................................................................................................................................1
Definisi ......................................................................................................................................................3
1

Garis Besar Proses Penyelenggaraan Sayembara .......................................................................4

2

Jenis-Jenis Sayembara ..................................................................................................................4

3

Prasyarat Keikutsertaan (eligibility) ................................................................................................6

4

Panitia Sayembara .........................................................................................................................6

5

Juri..................................................................................................................................................7

6

Ketua Dewan Juri ...........................................................................................................................7

7

Tugas Juri.......................................................................................................................................8

8

Pengambilan Keputusan Dewan Juri .............................................................................................9

9

Penasehat Teknis ..........................................................................................................................9

10

Honorarium.................................................................................................................................. 10

11

Hadiah Pemenang ...................................................................................................................... 10

12

Undangan Sayembara ................................................................................................................ 11

iii

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

13

Dokumen Sayembara ................................................................................................................. 13

14

Pertanyaan Peserta .................................................................................................................... 13

15

Persyaratan Pokok Tentang Gambar dan Laporan Peserta....................................................... 14

16

Persyaratan Pokok Tentang Pemasukan Karya Peserta ........................................................... 14

17

Diskualifikasi ............................................................................................................................... 15

18

Penetapan Pemenang Sayembara ............................................................................................. 15

19

Pengembalian Karya Peserta ..................................................................................................... 17

20

Penunjukan Pemenang Sebagai Arsitek Proyek ........................................................................ 17

21

Imbalan Jasa Arsitek Proyek....................................................................................................... 18

22

Pemberhentian Sayembara ........................................................................................................ 18

23

Penunjukan Konsultan Lain ........................................................................................................ 19

24

Hak Cipta..................................................................................................................................... 19

25

Perubahan dan Perbaikan Peraturan ini. .................................................................................... 20

iv

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN
Nomor: 046B/SK/17.09.2004

Tentang

PERATURAN PENYELENGGARAAN SAYEMBARA ARSITEKTUR
IKATAN ARSITEK INDONESIA

Pengurus Nasional Ikatan Arsitek Indonesia, setelah:
MENGINGAT

:

1.

Bahwa perkembangan keprofesian dan hasil pembangunan bidang arsitektur di
Indonesia telah mencapai tahap yang lebih maju, sehingga diperlukan usaha
memacu untuk lebih baik lagi.

2.

Bahwa salah satu usaha untuk memacu itu adalah dengan menyelenggarakan
Sayembara Arsitektur yang sesuai dengan jenis-jenisnya.

3.

Bahwa IAI ingin melindungi masyarakat dengan mengatur ketentuan Sayembara
Arsitektur di Indonesia.

MENIMBANG

:

1.

Anggaran Dasar IAI tentang usaha mencapai tujuan organisasi.

2.

Hasil Rapat Kerja Nasional IAI di Bandung tanggal 24 April 2004 dan Keputusan
Rapat Kerja Nasional IAI di Jakarta tanggal 16 September 2004.

v

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

MEMUTUSKAN
MENETAPKAN

:

SATU

:

Mengesahkan Peraturan Penyelenggaraan Sayembara untuk mulai diberlakukan
untuk Penyelenggaraan Sayembara Arsitektur, seperti terlampir bersama Surat
Keputusan ini.

DUA

:

Surat Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan. Dan apabila dikemudian hari terdapat
kesalahan atau kekurangan di dalam Surat Keputusan ini, dapat diadakan
penyempurnaan

Ditetapkan di : JAKARTA
Tanggal

: 17 September 2004

Pengurus Nasional
IKATAN ARSITEK INDONESIA

Budi A. Sukada. IAI

Mascheijah, IAI

Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

vi

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

Pendahuluan
Peraturan ini dibuat agar sayembara arsitektur yang juga mencakup sayembara perencanaan kota
atau desa maupun wilayah dapat diselenggarakan dengan baik, pemilihan hanya berdasarkan karya
peserta sayembara, dan hasilnya memuaskan keinginan promotor sayembara.
Peraturan ini menguraikan hal-hal pokok yang akan menjadi dasar bagi penyelenggaraan sayembara
arsitektur tingkat lokal, nasional dan internasional. Khusus dalam hal sayembara internasional, Ikatan
Arsitek Indonesia (IAI) tunduk pada peraturan sayembara arsitektur internasional yang dikeluarkan
oleh Union Internationale des Architectes (UIA).
Sebagai gambaran umum, yang dimaksud dengan Sayembara Internasional adalah sayembara yang
pesertanya berasal lebih dari satu negara, diselenggarakan dalam satu atau dua tahap, bersifat
terbuka maupun terbatas, mempunyai juri internasional, dan mempublikasikan sayembara dalam
sekurang-kurangnya dua bahasa yaitu bahasa negara penyelenggara dan bahasa Inggris. Dalam hal
ini, apabila sayembara internasional ini diadakan di Indonesia maka yang berhak untuk menjadi
pelaksananya adalah IAI Nasional.
Selanjutnya peraturan ini berlaku untuk penyelenggaraan sayembara pada tingkat lokal dan nasional.
Dan sebagaimana yang berlaku di tingkat internasional, maka yang dimaksud Sayembara Nasional
adalah sayembara yang pesertanya berasal dari berbagai daerah atau minimal lebih dari dua daerah
dan IAI Nasional sebagai penyelenggaranya. Namun IAI Nasional dapat bekerja sama atau menunjuk
IAI Daerah/Cabang sebagai pelaksana sayembara tingkat nasional dengan juri yang ditunjuk oleh IAI
Nasional. Di lain pihak IAI Daerah/Cabang bisa bekerja sama atau diperbolehkan melaksanakan
Sayembara Tingkat Nasional tetapi harus berdasarkan persetujuan IAI Nasional dan dengan juri yang
ditunjuk oleh IAI Nasional.
Sedangkan yang dimaksud dengan sayembara tingkat lokal terbagi dua yakni untuk Tingkat Daerah

1

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

diselenggarakan oleh IAI Daerah dan Tingkat Cabang diselenggarakan oleh IAI Cabang. Dan IAI
Daerah dapat bekerja sama atau menunjuk IAI Cabang sebagai pelaksana sayembara tingkat daerah
dengan juri yang ditunjuk oleh IAI Daerah. Di lain pihak IAI Cabang bisa bekerja sama atau
diperbolehkan melaksanakan Sayembara Tingkat Daerah tetapi harus berdasarkan persetujuan IAI
Daerah dan dengan Juri yang ditunjuk oleh IAI Daerah.
Sayembara yg bersifat KEBIJAKAN/GAGASAN/KONSEP dan sejenisnya yg mencakup Skala
Nasional dan Internasional sebaiknya diselenggarakan oleh IAI Nasional, demikian halnya dengan
sayembara yang bersifat lintas daerah (multilateral) serta sifatnya komprehensif dan simultan
dilakukan oleh IAI Nasional. Sedangkan yang bersifat antar daerah (bilateral) dapat dilakukan dengan
cara kerja sama antar kedua IAI Daerah yang bersangkutan.
Sesuai dengan Kode Etik dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek, maka anggota IAI tidak dibenarkan
mengikuti sayembara yang peraturannya bertentangan dengan peraturan sayembara ini, dan tidak
dibenarkan mengikuti sayembara internasional yang peraturannya bertentangan dengan peraturan
sayembara internasional UIA.

2

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

Definisi
Promotor,

yang dimaksud adalah promotor sayembara, yaitu pihak-pihak pemberi tugas,
penggagas dan penanggung-jawab sayembara secara keseluruhan, atau pihak pemilik
proyek yang pekerjaannya ingin disayembarakan. Promotor bertanggung jawab atas
seluruh pengadaan pembiayaan yang diperlukan dalam penyelenggaraan sebuah
sayembara.

Panitia,

yang dimaksud adalah panitia penyelenggara sayembara, yaitu sekurang-kurangnya
terdiri dari ketua atau anggota Badan Penghargaan dan Sayembara Arsitektur IAI,
anggota IAI Daerah/Cabang dan atau pihak yang ditunjuk oleh promotor untuk
menyelenggarakan sebuah sayembara serta bertanggung jawab atas pelaksanaan
teknis secara keseluruhan. Panitia ini juga dapat berasal dari kombinasi keduanya.

Peserta,

yang dimaksud adalah peserta sayembara, yaitu perorangan yang mengikuti
sayembara yang pada saat pendaftaran sayembara telah tercatat atau telah
mendaftarkan diri sebagai anggota IAI, dan atau perorangan maupun kelompok yang
memenuhi persyaratan sayembara.
Dalam hal peserta sayembara adalah perusahaan, maka perusahaan tersebut adalah
yang sah secara hukum untuk melakukan pekerjaan jasa perancangan arsitektur dan
perencanaan kota, atau perusahaan yang khusus dibentuk untuk mengikuti sayembara
dan memenuhi persyaratan sayembara.

3

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

1

Garis Besar Proses Penyelenggaraan Sayembara
Promotor menunjuk panitia untuk menyiapkan persyaratan sayembara dan instruksi-instruksi
untuk peserta. Undangan atau pemberitahuan dilakukan oleh panitia, dan peserta mendaftarkan
diri untuk mengikuti sayembara. Karya hasil rancangan peserta (selanjutnya disebut karya)
diserahkan dengan nama/kode samaran, dan panitia hanya melalui Dewan Juri memilih dan
menetapkan pemenang sayembara. Dewan Juri melaporkan hasil penjurian kepada promotor
untuk persetujuan dan pengesahan.

2

Jenis-Jenis Sayembara
Secara umum jenis-jenis sayembara dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a) Sayembara proyek nyata, di mana karya pemenang pertama akan diteruskan menjadi
dokumen proyek yang akan dibangun dan penciptanya ditunjuk menjadi arsitek proyek
tersebut (selanjutnya disebut Sayembara Proyek). Sayembara Proyek dapat diselenggarakan
dalam satu atau dua tahap sayembara.
1. Sayembara Proyek satu tahap adalah sayembara di mana peserta cukup memasukkan
karyanya satu kali sebelum dinilai oleh Dewan Juri.
2. Sayembara Proyek dua tahap adalah sayembara di mana peserta terpilih dari tahap
pertama meneruskan karyanya pada tahap kedua untuk dinilai oleh Dewan Juri.
Lazimnya sayembara dua tahap adalah pada tahap pertama peserta membuat karyanya
dalam bentuk konsep dan gambar-gambar yang sederhana untuk menjelaskan
gagasannya, untuk kemudian bagi peserta terpilih meneruskan gagasan tersebut
kedalam karya yang lengkap pada tahap kedua.

4

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

Pada sayembara dua tahap maka berlaku pula peraturan-peraturan sebagai berikut :

Seluruh karya yang diterima panitia pada tahap pertama akan tetap dirahasiakan
sampai hasil akhir sayembara diumumkan secara terbuka.

Pemberitahuan dan pengumuman nama-nama peserta yang berhasil terpilih masuk
tahap kedua dilakukan dalam urutan abjad.

Peserta tahap kedua memperoleh honorarium tambahan, di luar hadiah sayembara
yang disediakan, untuk melaksanakan pekerjaan tahap kedua.

Peraturan-peraturan tersebut di atas harus dicantumkan dalam persyaratan
sayembara yang diterima oleh peserta.

b) Sayembara arsitek-developer, merupakan sayembara proyek dalam satu atau dua tahap.
Dalam sayembara ini penawaran biaya dan kesanggupan developer untuk membangun bila
karyanya menang merupakan salah satu syarat utama. Dalam sayembara ini penawaran
biaya dilakukan terpisah dengan penilaian teknis yang didahulukan dan tetap menjadi dasar
utama penilaian Dewan Juri
c) Sayembara perencanaan kota atau desa maupun wilayah, yang sesuai dengan sifatnya
adalah sejenis sayembara gagasan. Sayembara ini lazimnya menyediakan hadiah yang
sangat memadai untuk menjamin peserta menghasilkan karya yang baik. Dalam sayembara
ini dapat pula ditetapkan bahwa hanya akan tersedia hadiah tunggal yang akan diterima oleh
pemenang pertama.
d) Sayembara gagasan, yaitu sayembara yang obyeknya bukan merupakan proyek yang
nyata-nyata akan dibangun. Dalam hal-hal tertentu, sayembara gagasan dapat saja
diselenggarakan dalam dua tahap.

5

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

3

Prasyarat Keikutsertaan (eligibility)
Pada umumnya sebuah sayembara mensyaratkan kualifikasi untuk keikutsertaan yang
dicerminkan melalui cara sayembara tersebut mengundang peserta :
a) Sayembara terbuka, yaitu sayembara yang diumumkan secara luas dan terbuka bagi
seluruh peserta yang memenuhi kualifikasi umum yang disyaratkan dalam sayembara.
b) Sayembara terbatas, yaitu sayembara yang hanya dapat diikuti oleh peserta yang
memenuhi kualifikasi khusus yang disyaratkan dalam sayembara.
c) Sayembara dengan undangan, mirip dengan sayembara terbatas tetapi pesertanya dipilih
terlebih dahulu oleh promotor dan panitia, kemudian diundang untuk ikut serta dalam
sayembara. Pemilihan arsitek, biasanya dilakukan melalui undangan terbatas dan untuk
proyek nyata.
Promotor, Panitia, Dewan Juri, serta unsur-unsur yang terkait langsung dengan mereka,
walaupun memenuhi kualifikasi sayembara, dilarang untuk ikut sebagai peserta dan atau
membantu peserta lainnya.

4

Panitia Sayembara
a) Promotor bersama dengan Ketua Badan Penghargaan dan Sayembara Arsitektur IAI
mengadakan konsultasi dengan Ketua IAI untuk menetapkan jenis sayembara yang akan
diselenggarakan, menetapkan seorang Ketua Panitia sayembara, dan kemudian secara
bersama-sama menetapkan anggota panitia lainnya.
b) Tugas Panitia adalah :
1. Merumuskan permintaan dan kebutuhan Promotor.

6

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

2. Menyiapkan Kerangka Acuan/Term of Reference Sayembara.
3. Menyediakan dan melengkapi data-data teknis yang diperlukan termasuk berbagai
peraturan kota dan peraturan bangunan.
4. Bersama-sama Promotor mengadakan konsultasi dengan Ketua Badan Penghargaan
dan Sayembara Arsitektur IAI dan/atau Ketua IAI untuk menetapkan para anggota
Dewan Juri.

5

Juri
a) Jumlah Juri harus gasal, apabila dalam hal Juri lebih dari satu maka disebut Dewan Juri yang
sebagian besar anggotanya terdiri dari mayoritas para arsitek anggota IAI.
b) Juri dan unsur-unsur yang terkait dengannya tidak boleh mengikuti sayembara atau
membantu peserta dalam bentuk apapun.
c) Bila Juri diminta untuk membantu pemenang sayembara, maka ia harus membuktikan bahwa
tindakannya tidak

bertentangan dengan peraturan sayembara ini, serta ia wajib

membicarakan permintaan tersebut dengan Ketua IAI terlebih dahulu.

6

Ketua Dewan Juri
a) Ketua Dewan Juri dipilih dan diangkat oleh para Juri dalam rapat dewan juri.
b) Tugas utama Ketua Dewan Juri adalah :
1. Bersama promotor dan panitia sayembara menyetujui dan mengesahkan dokumendokumen sayembara

7

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

2. Bersama anggota-anggota Dewan Juri menilai karya-karya peserta.
3. Menyiapkan laporan Dewan Juri untuk disampaikan kepada promotor dan Ketua Badan
Penghargaan dan Sayembara Arsitektur IAI.

7

Tugas Juri
a) Ketua dan setiap anggota Dewan Juri wajib hadir pada seluruh pertemuan Dewan Juri.
b) Bertanggung jawab atas penilaian karya peserta dan memastikan bahwa penilaian dilakukan
sesuai dengan persyaratan sayembara.
c) Memperhatikan dengan sungguh-sungguh seluruh persyaratan sayembara khususnya
membedakan persyaratan yang sifatnya wajib dengan yang tidak wajib.
d) Berhak menetapkan diskualifikasi peserta dan menggugurkan keikutsertaannya apabila
menemui bukti-bukti yang bertentangan dengan persyaratan sayembara.
e) Apabila diperlukan dapat meminta bantuan tenaga teknis kepada promotor atau panitia,
untuk membantu memeriksa ketertiban dokumen peserta.
f)

Melakukan penilaian dengan tegas dan objektif sesuai persyaratan sayembara.

g) Pada sayembara dua tahap, Juri yang sama harus menilai kedua tahap sayembara tersebut.
Dalam hal apapun, tidak dibolehkan sayembara yang telah disetujui sebagai sayembara satu
tahap dilanjutkan menjadi sayembara dua tahap, kecuali mendapatkan persetujuan kembali
dari IAI, dan kemudian berlaku kelaziman dan peraturan-peraturan sayembara dua tahap.
Dalam hal diadakan sayembara tahap kedua, Juri yang telah dipilih pada tahap pertama
harus dipilih kembali untuk tahap kedua.

8

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

h) Membantu Ketua Dewan Juri menyiapkan laporan Dewan Juri, serta menandatangani hasil
penilaian Dewan Juri.
i)

Memberi masukan dan atau nasehat tambahan bila diperlukan oleh promotor, khususnya
terhadap karya pemenang sayembara.

j)

Tugas Juri dinyatakan selesai apabila, sesuai persyaratan sayembara, hasil sayembara telah
diumumkan, atau apabila honorarium Juri telah dibayarkan penuh.

8

Pengambilan Keputusan Dewan Juri
a) Keputusan Dewan Juri diambil berdasarkan suara terbanyak, dengan pengambilan suara
terpisah untuk setiap karya sayembara.
b) Dalam hal pengambilan suara terpaksa dilakukan lebih dari satu kali maka Ketua Dewan Juri
mempunyai hak suara yang menentukan/veto.
c) Semua gambar, foto, maket dan dokumen lain yang tidak termasuk dalam persyaratan
sayembara harus disingkirkan terlebih dahulu sebelum Juri melakukan penilaian.

9

Penasihat Teknis
a) Penasihat Teknis bertugas membantu Dewan Juri menilai hal-hal khusus berkaitan dengan
persyaratan sayembara, misalnya quantity surveyor untuk membantu menilai proposal biaya.
b) Apabila diperlukan maka Dewan Juri dapat dibantu oleh Penasihat Teknis yang ditunjuk
berdasarkan kesepakatan antara Promotor dengan Ketua Dewan Juri.
c) Penasihat Teknis sebagai pendamping Juri perlu ditunjuk untuk proyek yang bersifat

9

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

kompleks.

10

Honorarium
a) Honorarium untuk anggota Dewan Juri dan Ketua Dewan Juri adalah tidak termasuk apabila
diperlukan, biaya perjalanan keluar kota, biaya penginapan, dan uang saku. Adapun
besarnya honorarium diatur oleh Ketua IAI Daerah/Cabang masing-masing dalam suatu
ketetapan tersendiri.
b) Honorarium Penasihat Teknis adalah tidak termasuk apabila diperlukan, biaya perjalanan
keluar kota, biaya penginapan, dan uang saku. Adapun besarnya honorarium diatur oleh
Ketua IAI Daerah/Cabang masing-masing dalam suatu ketetapan tersendiri.

11

Hadiah Pemenang
a) Pada sayembara satu tahap, baik Sayembara Proyek maupun Sayembara Gagasan,
sekurang-kurangnya disediakan tiga hadiah.
1. Pada Sayembara Proyek, hadiah pertama merupakan bagian dari imbalan jasa pada
saat pemenang ditunjuk menjadi arsitek proyek tersebut, di mana besarnya imbalan jasa
ditentukan berdasarkan standar imbalan jasa IAI yang dihitung dari perkiraan biaya
proyek.
2. Hadiah untuk pemenang kedua, ketiga dan seterusnya ditetapkan berdasarkan kebijakan
dan kesepakatan bersama antara Promotor dan Dewan Juri.
3. Besar hadiah pemenang pertama adalah sebesar imbalan jasa tahap Konsepsi dan
Prarancangan yang ditetapkan berdasarkan standar imbalan jasa IAI.

10

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

4. Apabila promotor tidak mampu maka dokumen sayembara yang harus dimasukkan
peserta disesuaikan terhadap kemampuan dari promotor, yang ditetapkan sebesar
minimal 35% dari total standar imbalan jasa arsitek, di mana kekurangannya akan
dimasukkan pada saat perhitungan kontrak kerja.
5. Dalam hal proyek dinyatakan tidak jadi dibangun maka hadiah-hadiah pemenang harus
tetap dibayarkan.
b) Pada Sayembara Proyek dua tahap, lazimnya tidak ada hadiah yang diberikan pada tahap
pertama. Tetapi Peserta yang terpilih meneruskan ke tahap kedua harus mendapat sejumlah
imbalan biaya di luar hadiah yang telah disiapkan untuk para pemenang. Selanjutnya
penetapan besar hadiah pada tahap kedua dilakukan seperti Sayembara Proyek satu tahap
tersebut di atas.
c) Pada sayembara terbatas di mana peserta ikut berdasarkan undangan, maka kepada setiap
peserta harus diberikan sejumlah imbalan biaya di luar hadiah yang telah disiapkan untuk
para pemenang.

12

Undangan Sayembara
a) Undangan/pemberitahuan dan dokumen sayembara yang dikeluarkan oleh promotor harus
jelas ditulis dalam bahasa Indonesia, berisi persyaratan/peraturan sayembara dan sekurangkurangnya mengandung :
1. Penjelasan tentang proyek/gagasan yang disayembarakan.
2. Bila ada, batas anggaran biaya proyek.
3. Daftar nama dan susunan lengkap Juri.

11

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

4. Syarat kualifikasi peserta.
5. Batas waktu pendaftaran.
6. Tempat dan biaya pendaftaran, deposit atau sejenisnya bila diperlukan.
7. Jadwal dan batas waktu pemasukan pertanyaan tertulis.
8. Waktu dan tanggal pemasukan karya.
9. Hadiah-hadiah sayembara.
10. Keterangan bahwa sayembara telah mendapat persetujuan IAI.
11. Keluaran/produk dan satuan ukuran yang diminta.
12. Penjelasan tentang persyaratan yang wajib diikuti dan persyaratan lain yang mengijinkan
peserta bebas memberikan penafsiran secara luas.
13. Pernyataan bahwa karya-karya peserta tidak akan digunakan untuk hal-hal lain kecuali
dengan persetujuan tertulis peserta bersangkutan.
14. Dalam hal Sayembara Proyek, promotor wajib menegaskan jadwal waktu penunjukan
pemenang sayembara sebagai arsitek proyek.
15. Gambar-gambar lokasi dan keterangan-keterangan lain yang terkait.
b) Iklan dan pemberitahuan sayembara lainnya dilakukan melalui berbagai media publik,
termasuk publikasi internal IAI. Dalam hal sayembara mensyaratkan Peserta meletakan
deposit untuk keikutsertaannya, maka deposit tersebut harus segera dikembalikan setelah
publikasi hasil sayembara, atau bila peserta jauh hari sebelum waktu dan tanggal
pemasukan karya menyatakan mengundurkan diri.
c) Pada Sayembara Proyek, promotor harus menyatakan dengan tegas bahwa proyek memang

12

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

akan dibangun, dan promotor akan menunjuk peserta pemenang pertama sebagai arsitek
proyek tersebut.
d) Promotor/Panitia mengadakan penggandaan (copy) lengkap undangan atau pemberitahuan
sayembara, termasuk persyaratan/dokumen sayembara, dan setiap set diberikan masingmasing kepada IAI Nasional, seluruh IAI Daerah dan IAI Cabang. Sedangkan untuk tingkat
daerah cukup diberikan kepada IAI Nasional, IAI Daerah serta IAI Cabang terkait.

13

Dokumen Sayembara
Promotor/Panitia harus menyampaikan dokumen sayembara yang jelas dan sama sepenuhnya
kepada setiap peserta.

14

Pertanyaan Peserta
a) Kepada seluruh peserta diberikan waktu untuk menyampaikan pertanyaan segala sesuatu
yang berkaitan dengan materi sayembara. Pertanyaan dibuat secara tertulis, dan jawaban
panitia atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dilakukan secara tertulis pula dan dikirimkan
kepada seluruh peserta sehingga seluruh peserta memperoleh keterangan yang sama.
Jawaban panitia bersifat penjelasan terhadap hal-hal yang ditanyakan tetapi tidak merubah
persyaratan sayembara yang sudah dipublikasikan.
b) Tergantung pada jenis dan kompleksitas sayembara, lazimnya kepada peserta diberikan
waktu sekurang-kurangnya 4 minggu setelah publikasi pertama untuk mengajukan
pertanyaan tertulis. Jawaban tertulis diberikan sesegera mungkin agar tidak mengurangi
waktu sampai saat pemasukan karya. Apabila jawaban membutuhkan waktu lebih lama
sebelum dapat disampaikan kepada seluruh peserta, dan hal ini dianggap akan mengganggu

13

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

waktu yang tersisa, maka pengunduran waktu pemasukan karya dapat dipertimbangkan.

15

Persyaratan Pokok Tentang Gambar dan Laporan Peserta
a) Jumlah gambar, ukuran kertas, skala dan metode presentasi yang diinginkan harus jelas
ditulis dalam persyaratan sayembara. Demikian pula apabila peserta diminta memberikan
laporan tertulis, maka jumlah halaman, format kertas dan pokok isi laporan yang diinginkan
harus jelas ditulis dalam persyaratan sayembara.
b) Dalam hal perkiraan biaya juga disyaratkan, maka perlu dituliskan cara perhitungan yang
diinginkan.

16

Persyaratan Pokok Tentang Pemasukan Karya Peserta
a) Setiap lembar dokumen sayembara harus bersih dari segala tanda, cap, kop, dan identitas
peserta lainnya, kecuali hal-hal yang sudah ditetapkan dalam persyaratan sayembara.
b) Keterangan lengkap mengenai identitas peserta dimasukan kedalam sampul terpisah yang
disediakan atau dipersyaratkan oleh panitia.
c) Pada saat penerimaan karya, panitia memberi nomor urut yang sama terhadap dokumen dan
sampul identitas masing-masing peserta. Sampul identitas hanya akan dibuka setelah Juri
selesai menetapkan pemenang.
d) Apabila dianggap perlu, Promotor boleh meminta syarat tambahan kepada peserta berupa
pernyataan bahwa karya tersebut dibuat oleh peserta sendiri, dan atau dibuat di bawah
pengawasan peserta, serta pernyataan bahwa peserta bersedia menerima keputusan Juri.
Persyaratan tambahan ini dimasukan ke dalam sampul identitas peserta.

14

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

e) Apabila dianggap perlu, pada Sayembara Proyek kepada peserta yang membentuk kerja
sama khusus untuk mengikuti sayembara tersebut dapat diminta memasukan persyaratan
tambahan lain. Syarat tambahan ini berupa pernyataan kerja sama dengan melampirkan
surat perjanjian kerja sama tersebut.

17

Diskualifikasi
Sebuah karya dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat dan didiskualifikasi oleh Juri apabila
mengandung cukup salah satu di bawah ini:
a) Diterima lewat dari waktu dan tanggal yang ditetapkan.
b) Juri menganggap karya yang diterima secara prinsip/substansial tidak memenuhi
persyaratan sayembara yang diminta.
c) Karya dibuat melewati batas ukuran tapak yang disayembarakan.
d) Bila perkiraan biaya juga diminta, perkiraan biaya yang diajukan melewati batas-batas biaya
yang ditetapkan dalam persyaratan sayembara.
e) Bila dokumen peserta mempunyai tanda-tanda lain selain yang disyaratkan untuk
kerahasiaan.
f)

Bila peserta membuka identitas dirinya, atau dengan cara-cara lain yang dianggap dapat
mempengaruhi proses penilaian Juri.

18

Penetapan Pemenang Sayembara
a) Juri menetapkan pemenang pertama serta urutan berikutnya, dan selanjutnya adalah

15

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

kewajiban promotor untuk memberi hadiah sesuai dengan yang dinyatakan dalam
persyaratan sayembara.
b) Selain dalam Sayembara Gagasan, promotor dapat mengajukan permintaan khusus kepada
Juri. Promotor dapat meminta Juri untuk menetapkan tiga nominasi karya terbaik, berikut
pertimbangan-pertimbangan Juri, untuk disampaikan kepada promotor. Kemudian, bersamasama Juri, promotor menetapkan pemenang-pemenang sayembara dan urutan penghargaan
berikutnya.
c) Dalam hal penetapan pemenang dilakukan oleh promotor, maka promotor dan peserta hanya
menyetujui nominasi yang diajukan oleh Juri. Promotor kemudian wajib memberi hadiah
sesuai dengan yang dinyatakan dalam persyaratan sayembara.
d) Dalam hal Sayembara Proyek di mana pemenang pertama menolak ditunjuk sebagai arsitek
proyek, atau terdapat hal-hal khusus sehingga tidak dapat ditunjuk sebagai arsitek proyek,
maka kesempatan berikutnya diberikan kepada pemenang kedua, dan urutan berikutnya
apabila menemui halangan yang sama. Kepada pemenang kedua dan urutan berikutnya
tersebut diberlakukan persyaratan yang sama seperti yang diminta kepada Pemenang
Pertama.
e) Dalam hal Sayembara Proyek sudah menjadi proyek yang akan dibangun, pemenang
sayembara yang ditunjuk sebagai arsitek proyek apabila diperlukan boleh mengadakan
penyempurnaan karya rancangannya.
f)

Selain pemenang dengan hadiah, Juri dapat menetapkan pemenang penghargaan. Kepada
pemenang penghargaan boleh tidak diberikan hadiah walaupun penetapannya melalui
proses penilaian yang sama.

g) Dalam hal-hal khusus di mana Juri menemui kesulitan menetapkan pemenang maka Juri

16

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

boleh berkonsultasi dengan Ketua IAI.
h) Promotor harus memberitahukan hasil dan keputusan sayembara kepada seluruh peserta
terlebih dahulu sebelum diumumkan secara terbuka.
i)

Seluruh karya yang diterima bersama karya-karya pemenang harus dipamerkan secara
terbuka sekurang-kurangnya selama 6 hari. Pemberitahuan tentang pameran harus
diumumkan kepada seluruh peserta dan secara terbuka kepada masyarakat umum. Dalam
hal jumlah karya yang diterima sangat banyak, maka kecuali karya pemenang dan penerima
penghargaan yang harus terus-menerus dipamerkan, karya-karya lain boleh secara
bergantian sampai seluruh karya selesai dipamerkan.

19

Pengembalian Karya Peserta
Seluruh karya yang diterima, kecuali karya pemenang yang akan diteruskan menjadi proyek,
harus dikembalikan kepada peserta atas biaya promotor, selambat-lambatnya 14 hari setelah
penutupan pameran.

20

Penunjukan Pemenang Sebagai Arsitek Proyek
a) Penunjukan pemenang sayembara sebagai arsitek proyek harus dilakukan dengan kontrak
kerja. Bila terjadi keraguan dalam hal kontrak kerja ini maka promotor dan arsitek
bersangkutan dapat meminta Ketua Dewan Juri untuk bertindak sebagai arbitrator.
b) Seandainya promotor memilih arsitek proyek selain dari pemenang pertama sayembara,
maka arsitek proyek pilihan promotor ini harus membuat gagasan dan rancangan yang sama
sekali baru serta berbeda dengan semua karya yang pernah diikutsertakan dalam sayembara

17

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

itu, meskipun itu merupakan karya rancangannya sendiri di dalam sayembara itu.

21

Imbalan Jasa Arsitek Proyek
a) Imbalan jasa arsitek proyek diberikan sesuai dengan standar imbalan jasa IAI. Hadiah yang
diperoleh arsitek sebagai pemenang sayembara diperhitungkan sebagai bagian dari total
imbalan jasa yang akan diperoleh.
b) Dalam hal promotor memutuskan untuk membangun sebagian proyeknya dulu, dan bila
dalam perhitungan jumlah hadiah masih lebih besar daripada imbalan jasa sebagian proyek
yang akan dibangun, maka kelebihannya diperhitungkan kemudian sebagai bagian dari total
imbalan jasa yang akan diperoleh bila proyek diteruskan.

22

Pemberhentian Sayembara
a) Dalam hal tanpa pemberitahuan tertulis sebelumnya dan promotor tidak juga menunjuk
pemenang sayembara sebagai arsitek proyek sesuai dengan jadwal yang dinyatakan dalam
persyaratan sayembara, maka promotor harus memberikan tambahan imbalan jasa kepada
pemenang sayembara. Besar tambahan imbalan jasa ini adalah sekurang-kurangnya sama
besar dengan hadiah yang diterima sebagai pemenang sayembara.
b) Pembayaran tambahan imbalan jasa tersebut di atas tidak memberikan hak kepada promotor
untuk meneruskan proyek kecuali dengan peserta pencipta karya tersebut.
c) Dalam hal Sayembara Gagasan, apabila promotor bermaksud menggunakan sebagian atau
keseluruhan gagasan pemenang sayembara, maka harus dilakukan kerja sama dengan
peserta penciptanya. Bentuk dan lama kerja sama harus dituangkan ke dalam suatu

18

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

perjanjian kerja sama.

23

Penunjukan Konsultan Lain
Promotor menanggung seluruh biaya konsultan lain yang diperlukan (misalnya ahli struktur atau
ahli mekanikal, dan sebagainya) untuk membantu arsitek menyelesaikan proyek.

24

Hak Cipta
a) Hak cipta dari karya tetap menjadi milik peserta yang telah menciptakan karya tersebut dan
tidak ada perubahan apapun yang dapat dibuat tanpa persetujuan tertulis dari pencipta.
b) Karya yang memenangkan hadiah pertama hanya dapat digunakan oleh promotor apabila
promotor telah menunjuk penciptanya sebagai arsitek proyek, sesuai dengan proyek yang
disayembarakan, dan apabila akan digunakan untuk proyek lain harus seijin tertulis dari
penciptanya.
c) Tidak ada karya lain, baik itu menguntungkan atau tidak, yang boleh digunakan sebagian
atau seluruhnya oleh promotor kecuali melalui suatu perjanjian tertulis dengan pencipta karya
tersebut.
d) Sebagai peraturan yang berlaku umum dan sesuai dengan kelaziman, hak kepemilikan
promotor atas suatu karya hanya berlaku untuk satu kali pelaksanaan saja, sesuai dengan
proyek yang disayembarakan. Akan tetapi persyaratan sayembara dapat mencantumkan
suatu pekerjaan berulang berikut penjelasan rinci mengenai bentuk dan waktu pekerjaan
berulang tersebut.
e) Kecuali ditetapkan lain dalam persyaratan sayembara, hak untuk mengumumkan,

19

PERATURAN PENYELENGGARAAN
SAYEMBARA ARSITEKTUR
2 0 0 4

IKATAN ARSITEK INDONESIA

memperbanyak atau reproduksi gambar untuk keperluan publikasi tetap dipegang oleh
pencipta.

25

Perubahan dan Perbaikan Peraturan ini.
Ketua Umum IAI mempunyai hak untuk menunda, merubah atau memperbaiki peraturan ini
apabila hal tersebut dianggap perlu untuk menjaga kepentingan profesi arsitek dan masyarakat
luas.

Ditetapkan di Jakarta
Tanggal 16 September 2004
Pengurus Nasional
IKATAN ARSITEK INDONESIA

Budi A. Sukada, IAI
Ketua Umum

20